Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 2 July 2010
Geminivirus, organisme penyebab penyakit tomato yellow leaf curl menghancurkan produksi tomat di seluruh dunia. Hal ini telah mempengaruhi Queensland Tenggara dan dapat menyebar luas di wilayah penanaman tomat lainnya di negara tersebut melalui vektornya, silverleaf whitefly. Sebuah penelitian baru di bawah Cooperative Research Centre for National Plant Biosecurity berusaha menciptakan metode diagnostik baru dan membantu meningkatkan kapasitas Australia untuk menghentikan perpindahan dan penyebaran virus tanaman yang saat ini sedang terjadi.
Sharon van Brunschot dari Sekolah Ilmu Biologi dan para pendukung utama proyek tersebut telah menemukan sejumlah karakteristik genetic dari virus tersebut. “Saya sedang mencari cara untuk memperbaiki pengelolaan virus ini dengan mengembangkan metode deteksi yang lebih baik, lebih cepat, lebih mudah dan lebih akurat,” ungkapnya. “Virus itu berevolusi dengan menukarkan materi genetik dengan virus-virus baru, sehingga resiko evolusi virus tinggi. Australia perlu dipersiapkan dengan ilmu pengetahuan mutakhir agar secara cepat mendiagnosa ancaman-ancaman ini,” tambahnya.
Artikel berita ini tersebut dapat dilihat di http://www.uq.edu.au/news/index.html?article=21400