Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 15 September 2011
Bangladesh saat ini salah satu Pihak pada Konvensi Keanekaragaman Hayati dengan partisipasi yang penting pada Protokol Nagoya tentang Akses pada Sumber Daya Genetik dan Pembagian Keunguntan yang Merata dan Adil yang diperoleh dari Pemanfaatan Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD).
Dengan mendukung pembagian yang adil dan merata atas keuntungan yang timbul dari penggunaan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional yang terkait, “Protokol Nagoya tentang Akses Sumber Daya Genetik dan Pembagian Keuntungan” akan membantu melestarikan keanekaragaman hayati, menggunakan komponen yang berkelanjutan, dan lebih meningkatkan kontribusi keanekaragaman hayati untuk pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan manusia.
Protokol Nagoya akan diberlakukan 90 hari setelah diratifikasi oleh 50 Pihak yang terlibat di Konvensi.