Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

BILATERAL: SINGAPURA BUTUH 2.500 TON BUAH DAN SAYUR

Tanggal: 20 July 2010 | Sumber: Kompas | Penulis: MAS

Sejumlah pekerja di salah satu gudang sayur di Desa Guru Singa, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (17/6), mengemas sayuran yang akan dikirim ke Malaysia. Harga sejumlah komoditas sayur dari wilayah tersebut naik dalam beberapa waktu terakhir akibat relatif kurangnya pasokan dari petani.
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dan Singapura menyepakati peningkatan pasokan buah-buahan dan sayur-mayur asal Indonesia. Kesepakatan itu diatur dalam kontrak kerja sama antara Singapore Food Industry PTE LTD dan Indonesian Exporters for Fruit and Vegetable Association.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, Senin (19/7/2010) di Jakarta, seusai melakukan promosi produk pertanian dan investasi agribisnis di Singapura, 16 Juli.
Bayu mengatakan, kebutuhan buah dan sayur Singapura sekitar 2.500 ton per hari. Dari jumlah itu, Indonesia baru memasok sekitar 200 ton per hari. ”Dengan kerja sama ini, dalam jangka pendek kita harapkan akan menaikkan penjualan hingga 20 persen,” katanya.

Menurut Bayu, otoritas Singapura mengakui bahwa produk sayur-mayur dan buah-buahan petani Indonesia berkualitas sangat tinggi. ”Tantangannya, bagaimana membawa produk buah dan sayur yang berkualitas itu dari farm hingga ke tangan konsumen di Singapura,” katanya.
Karena itu, kedua pihak sepakat meningkatkan pasokan buah dan sayur Indonesia ke Singapura. Apalagi, Singapura sudah mulai melihat harga sayur dari China akan naik. ”Otoritas Singapura juga sepakat akan melakukan kegiatan promosi buah dan sayur Indonesia di Singapura mulai September 2010,” katanya.

Kementerian Pertanian dan Agro Food and Veterinary Authority Singapore juga sepakat bersama-sama mendukung pelaku usaha mengembangkan pasar buah dan sayur Indonesia di negara ke-3, seperti Timur Tengah dan Asia Tengah.

Bayu mengatakan, sesuai arahan Presiden RI dan Perdana Menteri Singapura, satuan tugas agribisnis Indonesia-Singapura yang sudah ada akan ditingkatkan menjadi kelompok kerja antara pemerintah dan swasta untuk kerja sama agribisnis.
Pertemuan pertama Working Group Agribisnis Indonesia-Singapura itu akan dilakukan di Medan awal Agustus.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Kemtan Ahmad Dimyati mengatakan, untuk memenuhi pasar buah dan sayur yang terus berkembang, pihaknya terus meningkatkan produksi dan kualitas.

Hal itu dilakukan salah satunya dengan mengembangkan konsorsium di mana nantinya ada kawasan buah dan sayur yang ditangani secara bersama baik oleh petani, pemerintah, perguruan tinggi, maupun pengusaha. (MAS)