Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 20 November 2009
Jus jeruk bali ditemukan mengandung furanocomarins (FCs) yang mengganggu metabolisme dari pengobatan tertentu yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi seperti alergi, ritme jantung abnormal, depresi, hipertensi, infeksi, penyakit jantung dan kolesterol tinggi.
Ahli kimia Agricultural Research Service Kyung Myung dan rekannya telah menemukan bahwa cendawan Aspergillus niger mengikat dan memecahkan FCs dalam jus jeruk tersebut. Penelitian kini disesuaikan kearah identifikasi enzim-enzim dalam cendawan itu dan menguatkan penemuan bahwa protein cendawan dapat bertanggungjawab atas pemindahan FCs dari jeruk bali itu.
Untuk rincian, lihat ceritanya di: http://www.ars.usda.gov/is/pr/2009/091116.htm