Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

PARA AHLI IKLIM TANGANI KETAHANAN PANGAN - TANTANGAN PERUBAHAN IKLIM

Tanggal : 7 May 2010

Proses penggurunan, kenaikan permukaan air laut, habisnya sumber-sumber  air tawar, dan bencana alam yang besar adalah beberapa dari dampak perubahan iklim yang meruntuhkan  ketahanan pangan dan produksi global. Dengan demikian, para peneliti perubahan iklim dari International Food Policy Research Institute (IFPRI) telah mengenali berbagai teknik adaptasi dan mitigasi untuk para petani Afrika dan Asia. Para ahli iklim, ilmuwan, pembuat kebijakan dan petani mencoba mengatasi tantangan ketahanan pangan-perubahan iklim ini selama konferensi yang berlangsung pada 4 Mei lalu di Pusat Agroforestri Dunia di Nairobi dalam konferensi yang bertajuk 'Building Food Security in the Face of Climate Change.' Konferensi ini merupakan bagian dari Mega Program mengenai Perubahan Iklim, Pertanian dan Ketahanan Pangan (CCAFS), yang bertujuan menciptakan solusi guna mengadaptasikan pertanian dunia terhadap dampak kerusakan akibat perubahan iklim, dan juga untuk mengurangi kontribusi pertanian dalam peningkatan emisi gas rumah kaca.

“Demi menjamin kehidupan yang lebih baik bagi para petani, kita harus menemukan solusi yang tepat agar memastikan suatu produksi pangan stabil yang menghargai lingkungan. Konferensi tersebut merupakan bagian penting dari upaya itu,” ungkap wakil presiden administrasi dan komunikasi di CCAFS, Torben Timmermann, yang adalah co-penyelenggara konferensi. CCAFS adalah sebuah program kemitraan sepuluh tahun dari Consultative Group on International Agricultural Research (CGIAR) bersama dengan the Earth System Science Partnership (ESSP).

Artikel berita aslinya tersedia dalam Bahasa Denmark di http://www.life.ku.dk/Nyheder/2010/960_nairobi.aspx