Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

DISANDI MEKANISME PENSINYALAN ABA

Tanggal : 4 December 2009

Tanaman menggunakan sinyal-sinyal khusus, seperti hormon tanaman, untuk mengindera saat-saat sulit dan beradaptasi terhadap kondisi stres demi meningkatkan kelangsungan hidup. Suatu jenis hormon tanaman, asam absisik (ABA), mengatur respon terhadap stresor seperti kekeringan dan salinitas. ABA mengatur berbagai proses fisiologi seperti penutupan stomata, dormansi tunas dan perkecambahan benih. Dengan memahami kerja lebih mendalam dari jalur pensinyalan ABA, ungkap ilmuwan, dapat membantu mengembangkan tanaman yang tumbuh dalam kondisi lingkungan keras serta memerangi kekurangan pangan global.

Namun, mekanisme molekuler yang tepat dimana ABA membantu tanaman mentoleransi kondisi ekstrim tetap kurang dipahami. Reseptor hormon tersebut telah mengelak dari para peneliti selama beberapa dekade. Diawal tahun ini, Sean Cutler dari University of California Riverside dan rekannya mengidentifikasi sejenis famili protein, dijuluki PYR/PYL/RCAR, yang menghambat aktivitas respon ABA terkait enzim phosphatase (PP2C). Kini enam kelompok peneliti independen telah mendefinisikan struktur dan fungsi dimana hormon stres tersebut diindera oleh protein-protein PYR/PYL/RCAR.

Dalam ketiadaan ABA, PP2C menghambat fosforilasi dari suatu famili kinase (SnRK). ABA memungkinkan protein-protein reseptor tersebut PYR/PYL/RCAR untuk mengisolir PP2C, oleh karena itu ‘membebaskan’ kinase. Kinase-kinase ini menjadi aktif dan kemudian mengaktifkan faktor-faktor transkripsi yang akan menginisiasi ekspresi gen-gen tertentu. Laura Sheard dan Ning Zheng, dalam sebuah makalah sintesis yang dipublikasikan oleh Nature, meringkas jalur pensinyalan ABA, dimana mereka mengungkapkan “sangat menarik dalam kesederhanaannya dan menawarkan suatu komplemen tak terputus untuk tubuh literatur ABA yang dikenal.”

Artikel sintesis yang menyediakan link ke makalah riset aslinya, tersedia untuk para pelanggan Nature di http://dx.doi.org/10.1038/462575a