Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 8 April 2010
Empat varietas jagung toleran kekeringan dan tahan striga dikembangkan oleh International Institute of Tropical Agriculture (IITA) bekerjasama dengan Program Jagung Nasional Ghana dirilis untukpara petani Ghana baru-baru ini. Tiga lini matang dini EVDT-W 99 STR QPM Co; Tze-W Pop STR C0 QPM; dan TZEE-W Pop STR C0 QPM dan satu matang menengah, hibrida QPM toleran kekeringan dirilis oleh Institut Penelitian Tanaman Ghana bekerjasama dengan Institut Penelitian Pertanian Savannah dan Penelitian Industri Ghana.
“Dengan pelepasan varietas-varietas ini, petani di Ghana kini memiliki pilihan tidak hanya dalam hal kematangan, warna dan jenis biji-bijian tetapi juga varietas yang dapat mentolerir kedua stres utama yang mencegah peningkatan produksi dan produktivitas jagung di sub -wilayah,” ungkap Dr Baffour Badu-Apraku, Pemulia Jagung IITA. Selain itu, Dewan Pengembangan Tanaman Biji-bijian, dari Kementerian Pangan dan Pertanian Ghana, Dr Robert Asuboah optimis bahwa tanaman “yang menjanjikan ini” akan memungkinkan petani menghasilkan tanaman dan keuntungan selama masa kekeringan.
Untuk rincian, lihat artikelnya di: http://www.afriquejet.com/news/africa-news/ghanaian-farmers-get-drought-tolerant-maize-to-boost-production-2010040347069.html.