Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 20 November 2009
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dan Islamic Development Bank (IDB) mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kesepakatan senilai USD 1 miliar untuk mendanai proyek-proyek pengembangan pertanian di 26 negara anggota IDB yang paling tidak berkembang. Kesepakatan tersebut, awalnya ditandatangani oleh Ahmad Mohamed Ali, Presiden IDB, dan Direktur Jendral FAO Jacques Diouf, diharapkan dapat membantu mengangkat sumberdaya tambahan dan membawa investasi total dalam program IDB-FAO menjadi USD 5 miliar pada 2012.
FAO mengungkapkan dalam sebuah siaran pers bahwa perjanjian itu “datang di saat penting, ketika komunitas internasional menyadari mereka telah melalaikan pertanian selama bertahun-tahun.” Badan PBB tersebut juga mengungkapkan bahwa kedua lembaga itu berbagi visi dan strategi yang sama dana akan terus bekerjasama dalam memperbaiki infrastruktur pedesaan, mempromosikan pembangunan ekonomi lokal dan meningkatkan ketahanan pangan selagi memperkuat dan merevitalisasi kerjasama mereka.
Untuk informasi lebih lanjut, baca http://www.fao.org/news/story/en/item/37341/icode/