Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 11 December 2009
Pisang merupakan komoditas yang tahan terhadap dampak krisis keuangan global lebih dari komoditas pertanian lainnya, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB menyampaikan hal tersebut dalam sebuah laporan terbaru. Laporan ini memprediksikan bahwa negara-negara berkembang akan terus mengalami peningkatan permintaan buah, dengan melihat impor naik 2,5 persen menjadi 2.33 juta ton pada tahun 2009, yang sebagian besar didorong oleh Cina. FAO juga mengatakan bahwa jika akhir resesi keluar pada akhir tahun ini, maka permintaan akan pisang akan meningkat hingga 8 persen tahun depan.
Namun, FAO juga menyerukan agar lebih banyak sumber daya yang ada untuk menyusun peta global pisang dan penyakitnya. FAO mencatat bahwa penyakit pisang dapat menambah biaya bagi petani, terutama petani skala kecil, yaitu sekitar 4 miliar USD pada tahun 2010. Penyakit Pisang Menonjol Atas (Banana Bunchy Top Disease)dan bakteri Pisang Wilt mengancam keamanan pangan 70 juta orang di 15 negara di Sub-Sahara Afrika yang bergantung pada pisang untuk mata pencaharian dan suplai makanan. "[penyakit-penyakit ini] investasinya jauh lebih besar dalam penyadaran publik, penelitian dasar dan terapan dan pelatihan bagi para petani dan juga jasa produksi untuk para petani penanam," kata FAO dalam laporannya.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan baca di http://www.fao.org/news/story/en/item/38013/icode/