Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 18 June 2010
Di Uganda, pisang adalah tanaman non-sereal terkemuka, dengan sekitar 70 persen populasi yang mengonsumsinya sebagai makanan pokok. Namun, industri pisang telah menghadapi kerugian sebsar US$ 200 juta di tahun 2001 akibat sejenis penyakit yang disebut banana Xanthomonas wilt (BXW). Oleh karena itu, para ilmuwan telah mengembangkan sejenis pisang rekayasa genetika yang tahan terhadap penyakit BXW tersebut.
Leena Tripathy, ahli biotek dari International Institute of Tropical Agriculture, Nigeria, bersama-sama dengan para ilmuwan lainnya, mentransfer dua gen dari paprika (Capsicum annuum) ke pisang dan pisang transgenik itu menunjukkan ketahanan yang menjanjikan terhadap penyakit tersebut, tetapi hal ini masih berada dalam uji coba lapangan. Namun, para petani Uganda tidak dapat menanam bibit pisang RG tersebut sampai Rancangan Undang-Undang Bioteknologi dan Biosafety Nasional 2008 telah disetujui oleh parlemen.
Baca lebih lanjut di http://allafrica.com/stories/201006141950.html