Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 18 December 2009
Sebuah paten Cina telah diberikan kepada FuturaGene PLC, mengenai "Metode untuk meningkatkan toleransi stres dalam tanaman". Paten ini termasuk gen toleran kekeringan milik Futura Gene untuk digunakan baik dalam tanaman pangan maupun tanaman non-pangan termasuk teknologi toleran kekeringan yang diberikan oleh perusahaan kepada Bayer CropScience untuk digunakan dalam kapas di seluruh dunia pada awal Desember.
Sejak September tahun ini, perusahaan tersebut telah bekerjasama dengan Akademi Kehutanan Cina dalam penggunaan teknologi gen yang sama untuk pengembangan tanaman poplar baru yang dapat meningkatkan efisiensi kebutuhan air. Dr Stanley Hirsch, CEO FuturaGene berkata, "China adalah produsen kapas global terbesar, baik volume maupun nilainya, dan juga merupakan pasar potensial bagi tanaman poplar toleran kekeringan, yang dapat memainkan peran penting dalam membalikkan penggurunan. Paten ini menyediakan perlindungan bagi usaha komersial di Cina. Di sebuah negara dengan keprihatinan nyata tentang keamanan pangan, itu adalah sebuah perkembangan penting dalam proses membentuk pertanian yang berkelanjutan. "
Keterangan lebih lengkap silahkan kunjungi: http://www.futuragene.com/Chinese%20Patent%20Granted%20-%20Lo%20%20.pdf