Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 18 March 2011
Sumber : CBU

Perusahaan benih Biotech berharap kenaikan harga-harga pangan dapat menyebabkan penerimaan yang lebih baik bagi benih-benih biotek di pasar negara berkembang. Daniel Rahier, kepala kebijakan bioteknologi DuPont Co, mengatakan bahwa telah terjadi sebuah transisi selera di beberapa negara seperti Indonesia, dimana pemerintahnya mendorong perusahaan untuk mengajukan permohonan persetujuan benih biotek. Hal ini juga yang terjadi di Vietnam, Kamboja, dan Kenya.
Di sisi lain, Stefan Marcinowski, penanggungjawab bagi Perlindungan Tanaman di BASF Plant Science, mengatakan bahwa bertumbuhnya harga pangan merupakan "sebuah wake-up call untuk memanfaatkan semua teknologi yang tersedia.” Hugh Grant, CEO Monsanto Co mengatakan bahwa beberapa daerah pertanian dunia "telah membuat perubahan kebijakan yang signifikan" dalam 24 bulan terakhir.
Baca lebih lanjut di http://www.growersforwheatbiotechnology.org/html/news.cfm?ID=1069