Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 18 March 2011
Sumber : CBU

Uni Eropa memberi dukungan bagi organisasi perdagangan Afrika Common Market for Eastern and Southern Africa (COMESA) untuk memimpin harmonisasi kebijakan-kebijakan benih dan peraturan-peraturan antar 19 negara Afrika yang membentuk kelompok tersebut. Harmonisasi kebijakan benih akan memungkinkan negara-negara dengan geografi, iklim dan tanah yang sebanding agar dapat menyesuaikan diri dengan peraturan-peraturan kebijakan benih serupa. Pusat Ilmu Benih Iowa State University telah meletakkan dasar harmonisasi kebijakan tersebut.
"Harmonisasi adalah sebuah konsep yang baik," ujar Manjit Misra, direktur Pusat Ilmu Benih. "Ketika Anda melakukan harmonisasi, hal-hal yang baik akan terjadi. Anda akan mendapatkan produk tersebut di kawasan ini, dan negara-negara ini perlu benih yang lebih baik. Hal itu mendorong kearah kerjasama dan perdagangan antar kawasan ini dan bagi berbagai daerah, akan mulai menggerakkan perdagangan."
Untuk informasi lebih lanjut mengenai artikel ini, lihat berita di http://www.news.iastate.edu/news/2011/mar/SSCComesa