Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal: 14 July 2010
Sumber: Republika
Penulis:
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pertumbuhan ekonomi dalam negeri diperkirakan bisa mencapai enam persen di kuartal kedua 2010 (year on year). Adapun angka tersebut berarti telah melampaui target pemerintah yang sebesar 5,8 persen.
"Prediksi dari Bank Indonesia (BI) terus membaik. Kuartal kedua diperkirakan enam persen (year on year). Jadi, kalau kita sebelumnya targetkan 5,8 persen, mudah-mudahan bisa tercapai," kata Menko Perekonomian, Hatta Rajasa saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Rabu (14/7).
Menurutnya, kenaikan pertumbuhan ekonomi tersebut dipicu oleh membaiknya kinerja domestik. Ditambah lagi, adanya peningkatan investasi dan daya konsumsi yang terus terjaga.
"Tidak ada tanda-tanda tergerus. 'Balance of trade' kita juga positif. Memang ada tanda-tanda peningkatan impor, tapi itu barang modal. Industri semen dan infrastruktur kita terus meningkat," ujar Hatta.
Bukti tumbuhnya perekonomian dalam negeri juga, tambahnya, terlihat dengan naiknya peringkat 'investment grade' RI yang ditetapkan lembaga pemeringkat kredit Japan Credit Rating Agency, Ltd (JCR)."Jepang sudah menempatkan Indonesia pada level 'investment grade' setelah 12 tahun. Ini pasti diikuti oleh lembaga pemeringkat dunia lainnya," pungkas Hatta.
Red: Krisman Purwoko
Rep: Citra Listya Rini