Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 6 November 2009
Brian Scheffler dan rekannya di Agricultural Research Service (ARS) Departemen Pertanian Amerika telah meluncurkan satu proyek untuk menciptakan sebuah toolkit genomik guna membantu para pemulia tanaman mengembangkan varietas ubi jalar unggul. Disamping kepentingannya, ubi jalar memiliki gambaran menjadi tanaman yang diremehkan dalam hal penelitian. Sangat sedikit informasi genetika yang tersedia yang dapat digunakan para pemulia ubi jalar untuk mengembangkan varietas baru demi peningkatan nutrisi atau perbaikan ketahanan melawan penyakit dan tekanan.
Scheffler dan rekannya akan bekerja untuk mengembangkan dan menempatkan penanda-penanda DNA pada 90 kromosom ubi jalar. Mereka juga akan menggunakan sebuah sekuenser high-throughput DNA untuk mengembangkan microarray ubi jalar demi mempelajari dimana, kapan dan bagaimana gen-gen tertentu diekspresikan. Yang menjadi perhatian khusus Scheffler, yang menerima dana senilai USD 120.000 melalui ARS' 2010 T.W. Edminster Award, adalah gen-gen yang mempengaruhi produksi rizoma, terutama selama tekanan terkait faktor lingkungan seperti kekeringan.
Baca cerita aslinya di http://www.ars.usda.gov/News/docs.htm?docid=1261