Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 9 September 2011
Sumber : CropBiotech Update
Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Imperial College London mengungkapkan bahwa karena ketipisan genetik yang ekstrem dapat menyebabkan sindrom pada anak-anak yang dikenal sebagai gagal tumbuh (FTT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan salinan berlebihan gen tertentu memiliki lebih banyak kesempatan untuk menjadi kurus.
Philippe Frogue, bersama dengan ilmuwan lain, memeriksa DNA lebih dari 95.000 orang dalam mencari pola-pola yang terkait dengan ketipisan yang ekstrim ini. Mereka menemukan bahwa duplikasi bagian dari kromosom 16 dengan lebih dari 24 gen berkorelasi kuat untuk menjadi kurus. Setengah dari semua anak dalam studi dengan anomali genetik memiliki FTT. Dalam studi sebelumnya, mereka telah menemukan bahwa orang-orang yang kehilangan salinan gen ini 43 kali lebih mungkin untuk menjadi sangat gemuk. Temuan ini juga berfungsi sebagai contoh penghapusan dan duplikasi dalam genom yang memiliki efek berlawanan.
"Salah satu alasan (temuan baru) yang penting adalah bahwa kegagalan untuk berkembang di masa kanak-kanak dapat digerakkan secara genetik. Jika anak tidak makan, hal itu belum tentu kesalahan orang tua ', " kata Froguel.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi t http://www.healthpublic.net/2011/08/scientists-identify-thinness-genes.html