Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

JAGUNG Bt TIDAK BERBAHAYA BAGI KUMBANG TUTUL (LADYBIRD)

Tanggal : 16 September 2010

Dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 2008, larva kumbang tutul (ladybird) perkembangannya mengalami gangguan karena diberi makan protein Bt. Hasil penelitian ini digunakan untuk melarang budidaya jagung Bt di Jerman. Namun, para ilmuwan lain mempertanyakan desain dari studi tersebut. Sehingga, Fernando Álvarez-Alfageme dan rekan-rekannya di Agroscope Reckenholz-Tänikon Research Station ART, Swiss, menilai kembali dampak yang mungkin timbul dari protein Bt (Cry1Ab dan Cry3Bb1) pada kumbang tutul ini. Mereka menggunakan tungau laba-laba merah sebagai sumber makanan karena di antara organisme yang dimakan oleh kumbang tersebut, tungau laba-laba yang ditemukan dapat mengakumulasi protein Bt yang paling banyak. Larva kumbang diberi makan secara eksklusif dengan tungau laba-laba merah yang memakan jagung Bt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematian larva ini tidak berbeda nyata dari kelompok kontrol, yang diberi makan dengan tungau laba-laba merah yang makan jagung konvensional.

Dalam konfigurasi lain, larva kumbang tersebut diberi makan dengan protein Bt murni dalam larutan nutrisi, yaitu sepuluh kali konsentrasi dari yang ditemukan di tungau laba-laba. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam perkembangan larva-larva yang diberi makan dengan protein Bt dan larva yang diberi dengan larutan nutrisi biasa. Mereka juga menguji dengan memberikan makan pada kelompok larva lain dengan larutan nutrisi yang mengandung zat beracun. Kelompok ini menunjukkan kematian yang secara signifikan lebih tinggi dan tingkat perkembangan yang lebih lambat dibandingkan dengan kontrol dan larva yang diberi dengan protein Bt konsentrasi tinggi. Dengan demikian, kumbang tidak terpengaruh oleh protein Bt.

Baca artikel lengkapnya di http://www.springerlink.com/content/5n7758gj612x0125/fulltext.html