Dalam produksi jagung (Zea mays L.) Hibrida-Plus, hibrida cytoplasmic male-sterile (CMS), digabungkan dengan hibrida fertil jantan yang bertindak sebagai polinator dari seluruh tindakan. Hibrida CMS adalah tanaman tanaman yang tidak menghasilkan bagian-bagian reproduksi jantan fungsional dikarenakan interaksi nuklir dan mitokondria khusus. Kombinasi ini sering melahirkan hibrida hibrida jantan fertil yang menyerbuk sendiri.
Sebuah penelitian dilakukan oleh sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Magali A. Munsch dari the Institute of Plant, Animal and Agroecosystem Sciences (IPAS) di Swiss untuk menyelidiki kemampuan penggabungan lima hibrida CMS dan delapan polinator di 12 lingkungan, di empat negara, selama dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hibrida -Plus meningkatkan hasil biji 10-20% di lingkungan lingkungan-lingkungan tertentu. Terdapat tiga hibrida CMS yang sangat responsif dan empat polinator yang umumnya menguntungkan. Efek CMS tersebut membawa ke peningkatan jumlah kernel tergantung pada lingkungan, sementara efek allo-pollination meningkatkan berat ribuan kernel di semua lingkungan. Selain meningkatkan hasil panen, Hibrida Plus juga dapat membantu dalam koeksistensi aman jagung transgenik dan konvensional di laboratorium dengan menghilangkan kontaminasi polen transgenik.
Para pelanggan Crop Science Journal dapat mengunduh artikel penelitian lengkapnya klik disini