Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

KANDUNGAN KAROTENOID DAN VARIASI GENETIK CABAI ORANYE

Tanggal : 4 June 2010

Capsicum, yang biasanya dikenal sebagai cabai, merupakan salah satu sayuran dan rempah tertua dan terpopuler di dunia yang mungkin disebabkan oleh karakteristik rasa, gizi, dan warnanya. Buah cabai masak kaya karotenoid, terutama beta-karoten, capsanthin, dan capsorubin. Manusia dapat mengubah beta-karoten menjadi vitamin A, sehingga Capsicum dapat membantu mencegah kebutaan terhadap kekurangan vitamin A pada anak-anak di seluruh dunia. Oleh karena itu, Ivette Guzmana dari New Mexico State University dan para koleganya melakukan sebuah studi terperinci pada tujuh varietas cabai oranye, membedakan enam karotenoid dan urutan-urutan DNA dari empat gen biosintesis karotenoid guna mengidentifikasi variasi metabolik dan genetika diantara beberapa varietas cabai tersebut.

Para peneliti itu menggunakan Ultra Performance Liquid Chromatography (UPLC) untuk mengidentifikasi profil-profil kimiawi dari ketujuh varietas cabai oranye tersebut. Mereka menemukan bahwa warna oranye itu dapat terjadi baik karena akumulasi beta-karoten atau kombinasi karotenoid merah dan kuning. Empat gen biosintesis karotenoid diklon dan diurutkan dari varietas-varietas tersebut untuk menguji apakah enzim-enzim biosintesis karotenoid spesifik terkait dengan profil-profil karotenoid tertentu dalam cabai oranye. Hal ini membawa pada penemuan suatu varian gen baru (Ccs). Ketika mereka secara selektif memuliakan untuk memperoleh beta-karoten tingkat tinggi, kebutuhan akan komposisi kimiawi karotenoid muncul dikarenakan seleksi fenotipik berulang berdasarkan pada warna yang tidak mencukupi. Hasil tersebut menunjuk bentuk-bentuk khusus dari gen (Ccs-3) yang berpotensi menjadi penanda molekuler bagi seleksi lini cabai oranye dengan level beta-karoten tinggi, sehingga tinggi provitamin A.

Abstrak studi tersebut tersedia di http://dx.doi.org/10.1016/j.plantsci.2010.04.014