KARBON MONOKSIDA MENINGKATKAN TOLERANSI TANAMAN TERHADAP KEKURANGAN ZAT BESI
Tanggal : 11 December 2009
Karbon monoksida (CO) telah menunjukkan perannya dalam mengatur beberapa proses biologis pada hewan seperti vasomotion, pengaturan pernapasan dan termoregulasi. Ini juga telah terimplikasi sebagai pengantar molekul yang terlibat dalam komunikasi saraf interseluler. CO membagi beberapa sifat-sifat biologis dari nitrat oksida (NO), yang telah menunjukkan dalam mengatur beragam respon fisiologis tanaman termasuk pengaturan metabolisme gizi. Peran yang dimainkan oleh CO dalam merespon tekanan nutrisi pada tanaman, bagaimanapun, sebagian besar tetap tidak diketahui. Sekarang, para peneliti di Universitas Pertanian Nanjing di Cina menunjukkan bahwa CO dapat mengatur homeostasis kekurangan zat pada Arabidopsis.
Para peneliti menemukan bahwa aplikasi eksogenus CO mencegah klorosis pada Arabidopsis dan Chlamydomonas yang kekurangan zat besi. Tingkat endogen CO ditingkatkan dalam Arabidopsis yang kekurangan zat besi. Senyawa ini juga ditemukan untuk mengatur ekspresi gen yang berhubungan dengan akuisisi besi, khususnya IRT1, FRO2, FIT1 dan FER1. FRO2 dan FER1 masing-masing kode untuk enzim ferric reduktase, yang diperlukan untuk memperoleh zat besi bagi tanaman pada lapisan tanah rendah, dan feritin yang merupakan sebuah protein yang menyimpan zat besi.
Perlakuan CO mutan jagung dengan asupan zat besi yang rendah menghasilkan pemulihan warna hijau di daun. Selain itu, tim menemukan bukti-bukti yang menunjukkan kaitan silang antara CO dan NO dalam kondisi besi rendah.
Makalah dipublikasikan oleh the Plant Biotechnology Journal yang tersedia di http://dx.doi.org/10.1111/j.1467-7652.2009.00469.x