Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

KEBIJAKAN PEMERINTAH: PERTIMBANGAN SAINS PENTING

Tanggal: 13 July 2010 | Sumber: Kompas | Penulis: Surya/Sugiharto

Wakil Presiden Boediono mencoba fasilitas Laboratorium Bio Safety Level 3 (BSL 3) di Gedung Tropical Diseases Centre Universitas Airlangga Surabaya, Senin (16/11). Laboratorium yang baru diresmikan ini merupakan laboratorium canggih di Asia dan diharapkan bisa menjadi fasilitas yang digunakan tim ahli Avian Influenza (AI) Universitas Airlangga untuk penelitian terhadap virus hidup H5N1 atau virus flu burung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertimbangan sains yang didasari ilmu pengetahuan dinilai penting dalam pengambilan keputusan dan kebijakan politik pemerintah. Demikian ditegaskan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Lukman Hakim di Jakarta, Selasa (13/7/2010).
"Sekarang ini perkembangan scientific secara langsung mempengaruhi kehidupan bernegara," katanya. Menurutnya, kebijakan politik dituntut lebih maju dengan pertimbangan ilmu pengetahuan yang terukur.

Namun, diakui Lukman, selama ini pemahaman tentang sains tidak banyak dimengerti kebanyakan orang. Hasil-hasil penelitian pun hanya berhenti di laboratorium tanpa diketahui manfaatnya di masyarakat termasuk pengambil kebijakan.

"Kita berusaha me-mainstream pertimbangan yang tadinya hanya behenti di perguruan tinggi ke dalam kebijakan pemerintah," ujar Lukman. Kebijakan pemerintah pun sebisa mungkin sejalan dengan pertimbangan sains menjadi hubungan yang timbal balik.

Hal tersebut merupakan salah satu misi LIPI dan komunitas sains dalam konferensi internasional Association for Tropical Biology and Conservation (ATBC) 2010 yang akan digelar di Bali, 19-23 Juli 2010. Menurutnya, Indonesia harus berjuang mempertahankan kekayaan keanegaragaman hayati dari kepentingan-kepentingan yang tidak diinginkan.

"Kepentingan-kepentingan yang science based (berbasis sains) perlu dikawal," katanya. Pertemuan ATBC 2010 yang akan dihadiri pakar sains dari seluruh dunia, kata Lukman, akan menghasilkan benih-benih resolusi yang biasanya menjadi pertimbangan utama dalam berbagai konvensi internasional.

Pertimbangan-pertimbangan inilah yang perlu diperjuangkan Indonesia agar saat kelak dipakai dalam konvensi internasional. Jika kemudian diratifikasi pemerintah dan masuk menjadi undang-undang yang mengikat, dipastikan kebijakan tersebut tidak merugikan Indonesia. Menurutnya, pemerintah sudah saatnya menjadikan ilmuwan-ilmuwan sebagai agen yang membantu memperjuangkan kepentingan nasional.