Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 6 November 2009
Kehilangan pasca panen tetap merupakan suatu permasalahan di negara-negara berkembang namun dengan investasi dan pelatihan yang memadai, hal ini secara signifikan dapat dikurangi. Menurut sebuah siaran pers yang dirilis oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), kehilangan pangan menyebabkan tingginya harga pangan, degradasi lingkungan dan perubahan iklim.
FAO mengungkapkan sedang bekerjasama dengan bank Dunia dan mitra donor guna melatih para penduduk di tiga benua dalam hal penanganan produk-produk pangan dengan tepat. Melalui perputaran dana dan pinjaman, FAO juga mampu memfasilitasi difusi kontainer penyimpanan yang lebih baik, dan memantapkan kelembagaan inovatif.
Baca siaran pers FAO di http://www.fao.org/news/story/en/item/36844/icode/