Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 11 December 2009
Beberapa kelompok tani dan perdagangan, termasuk Federasi Biro Pertanian Amerika (American Farm Bureau Federation), Asosiasi Petani Jagung Nasional (Corn Growers Association) dan Asosiasi Perdagangan Benih Amerika (American Seed Trade Association), telah mengajukan sebuah tuntutan pengadilan bersama ke Mahkamah Agung AS dalam mendukung permohonan peninjauan kembali kasus yang berhubungan dengan biotek alfalfa. "Pengadilan yang lebih rendah gagal untuk secara memadai mempertimbangkan gunungan bukti yang membuktikan alfalfa biotek aman, dan dengan demikian pengadilan tersebut sengaja meninggalkan prinsip hukum yang mapan ketika mereka melarang penanaman tanaman," demikian pernyataan kolompok tersebut. "Jika pengadilan tidak menghormati standar hukum yang ditetapkan, kemampuan untuk membawa inovasi-inovasi masa depan terutama tanaman biotek ke pasar berada dalam bahaya nyata." pernyataan tersebut lebih jauh mencatat bahwa yang berkuasa "bisa memulai gelombang keputusan anti-bioteknologi."
Kunjungi http://www.fb.org/index.php?fuseaction=newsroom.newsfocus&year=2009&file=nr1208.html