Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 9 September 2011
Sebuah upaya internasional terkini telah dilakukan untuk memastikan tanah yang subur dan sehat dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan sumber daya tanah dan degradasi lahan yang mengancam ketahanan pangan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Direktur Jenderal Jacques Diouf menghimbau selama pertemuan untuk meluncurkan Kemitraan baru Global tentang Tanah untuk Ketahanan Pangan dan Adaptasi Perubahan Iklim dan Mitigasi.
"Tanah merupakan komponen penting dari sistem produksi di dunia dan ekosistem," kata Diouf. "Tapi itu juga merupakansumber daya yang rapuh dan tidak terbarukan. Tanah sangat mudah terdegradasi dan lambat, sulit dan mahal untuk diregenerasi,"tambahnya.
Kemitraan global Tanah berharap "adanya peningkatan kesadaran dan motivasi tindakan oleh pengambil keputusan tentang pentingnya tanah untuk keamanan pangan dan adaptasi perubahan iklim dan mitigasi." Hal ini juga bertujuan untukmenyediakan kebijakan yang menguntungkan untuk perlindungan tanah dan manajemen dan membantu memobilisasi sumber daya untuk kegiatan bersama. Upaya terbaru ini akan melengkapi Kemitraan 15 tahun Global Water yang diprakarsai oleh United Nations Development Program dan Bank Dunia untuk mengkoordinasikan pengembangan dan pengelolaan air, tanah, dan sumber daya terkait.
Lihat juga rilis media FAO di http://www.fao.org/news/story/en/item/89277/icode/