Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 15 September 2011

"Jika Eropa ingin memenuhi kebutuhan pangan keamanan sendiri dan memberikan kontribusi pada kebutuhan pangan sisa dunia, maka diperlukan kebijakan dan peraturan,"kata Joyce Tait dan Guy Barker dalam artikel “Global food security and the governance of modern biotechnologies” bagian dari Seri Sains dan Masyarakat tentang Pangan dan Sains.
Para penulis mencatat bahwa Eropa tidak memiliki mekanisme untuk keterlibatan pemangku kepentingan untuk berdiskusi lebih demokratis. "Kami akan membutuhkan pemikiran strategis yang lebih jelas tentang bagaimana menerapkan pendekatan tata kelola untuk investasi yang kita buat pada penelitian ilmiah untuk memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan," jelas mereka.
Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara regulasi dan inovasidalam konteks keamanan pangan di Eropa, dan dampak darikebijakan Eropa pada kemampuan negara-negara lain untuk merespon tantangan keamanan makanan.
Baca lebih lanjut di http://www.nature.com/embor/journal/v12/n8/full/embor2011135a.html