Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

KORELASI ANTARA RESISTENSI AFLATOKSIN DENGAN TOLERANSI TERHADAP KEKERINGAN PADA KACANG TANAH

Tanggal : 28 May 2010

Penelitian sebelumnya menyarankan bahwa toleransi terhadap kekeringan pada tanaman kacang tanah dapat digunakan sebagai alat seleksi tidak langsung bagi resistensi untuk kontaminasi aflatoksin pra panen. Dengan demikian, A. Arunyanark dari Khon Kaen University di Thailand dan rekannya melakukan suatu penelitian untuk mengevaluasi 140 famili kacang tanah dari empat persilangan dalam uji coba lapangan di bawah kondisi kekeringan dan non-kekeringan untuk menilai heritabilitas dari sifat resistensi terhadap aflatoksin, serta hubungan genetik dari sifat resistensi aflatoksin dan toleransi kekeringan. Para peneliti tersebut mencatat data relevan seperti infeksi benih oleh Aspergillus flavus (patogen aflatoksin), kontaminasi aflatoksin, biomassa, hasil polong, indeks toleransi kekeringan biomassa dan hasil polong, pembacaan meter klorofil SPAD, serta luas daun spesifik.

Berdasarkan temuan tersebut, terdapat heritabilitas rendah sampai sedang bagi infeksi benih dan kontaminasi aflatoksin, yang menunjukkan bahwa akan ada kesulitan memperbaiki sifat-sifat ini. Namun, genotipe-genotipe bagi infeksi benih dan kontaminasi aflatoksin berkorelasi negatif dengan sifat-sifat toleransi terhadap kekeringan dalam kondisi kering. Hal ini berarti bahwa seleksi genotipe untuk toleransi kekeringan dapat meningkatkan resistensi aflatoksin. Luas daun spesifik dan pembacaan klorofil meter SPAD merupakan indikator tidak langsung resistensi aflatoksin, sehingga pengukuran-pengukuran sederhana ini dapat digunakan untuk program pemuliaan skala besar.

Abstrak studi ini tersedia di http://dx.doi.org/10.1016/j.fcr.2010.03.011