Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 18 December 2009
The International Food Policy Research Institute (IFPRI) mengatakan bahwa "upaya dunia dalam mengurangi kelaparan masih tetap lambat." Dalam Indeks Kelaparan Global (GHI) 2009 yang berjudul “Tantangan Kelaparan: Fokus pada Krisis Keuangan dan Ketidaksetaraan Gender” yang dirilis oleh IFPRI, pada tahun 2009 GHI global telah jatuh hanya seperempat dari GHI tahun 1990. Asia Tenggara, Afrika Timur dan Afrika Utara, dan Amerika Latin, serta Karibia telah mengurangi tingkat kelaparan secara signifikan sejak tahun 1990, tetapi indeks kelaparannya tetap tinggi di Asia Selatan. Sedangkan di Sub-Sahara Afrika telah mengalami kemajuan yang cukup.
Laporan yang mencatat kondisi kelaparan di seluruh dunia dan juga mencatat negara demi negara, menunjukkan bahwa pada tahun 2009, "harga pangan yang tinggi dan selalu berubah-ubah dan dikombinasikan dengan resesi ekonomi menimbulkan risiko signifikan bagi rumah tangga miskin dan rentan, dengan seringnya menimbulkan konsekuensi bagi ketahanan pangan mereka." Ia menambahkan bahwa "penurunan ekonomi global bisa membuat banyak negara lebih rentan terhadap kelaparan dan rasa lapar tingkat tinggi yang sangat terkait dengan ketidakadilan gender. Secara keseluruhan, peningkatan secara terbatas telah dicapai dalam mengurangi kelaparan sejak tahun 1990."
Untuk mengunduh laporan lengkapnya silahkan kunjungi http://www.ifpri.org/publication/2009-global-hunger-index