Indonesia Biotechnology Information Center
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

Workshop Bioteknologi ABSP II

assets/Uploads/_resampled/SetWidth114-foto-2.jpg

Bali, 28 Juli 2011

ARTIKEL

  • WALHI DESAK PEMERINTAH PERBAIKI SUNGAI DAN SITU

    *REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu  lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...

  • HARGA KAKAO TURUN TERUS, PETANI PUSING

    Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...

  • PARIAMAN DATA KEANEKARAGAMAN HAYATI

    *PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...

LAPORAN: KEBUTUHAN AFRIKA UNTUK MENGURANGI HAMBATAN PERTANIAN

Tanggal : 18 December 2009

Empat perubahan kebijakan  sangat meningkatkan kehidupan masyarakat miskin pedesaan Afrika, kata Daniel Sacks dan Jasson Urbach dalam laporan yang berjudul Fixing Famine (Memperbaiki Bahaya Kelaparan), laporan ini diterbitkan oleh International Policy Network, London. Untuk mengurangi hambatan pertanian, para penulis mencatat, pemerintah Afrika harus:
•    Mengijinkan benih PRG yang dapat meningkatkan hasil panen;
•    Menghapus larangan perdagangan yang dapat menaikkan harga walaupun itu dari teknologi paling sederhana sekalipun;
•    Mengijinkan para petani biasa mendapatkan akses yang lebih besar terhadap kredit untuk mengembangkan lahan mereka; dan
•    Mengakui bahwa jalan yang buruk merupakan kendala utama inovasi pertanian.

Tanpa hambatan ini, "petani Afrika lebih dari mampu memberi makan sendiri," demikian simpulan para penulis.

Kunjungi http://www.newvision.co.ug/D/8/20/702923  untuk artikel lengkapnya.