Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 20 November 2009
Teknologi dengan seleksi penanda dari DNA Landmark of Canada diperoleh oleh Malaysian Biotechnology Corporation untuk memperbaiki hasil padi. Sub lisensi teknologi ini telah dianugerahkan kepada Malaysian Agriculture Research and Development Institute (MARDI) dan akan digunakan sebagai bagian dari program pemuliaannya. Hal ini diumumkan sebelum BioMalaysia 2009 selama pertemuan International Advisory Panel oleh CEO BiotechCorp Datuk Iskandar Mizal Mahmood. Datuk Iskandar lebih lanjut menyatakan kepada Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak bahwa tanaman lainnya akan diikutsertakan dalam beberapa tahun mendatang.
Untuk perkembangan lebih lanjut mengenai bioteknologi tanaman di Malaysia email Mahaletchumy Arujanan di maha@bic.org.my.