Indonesia Biotechnology Information Center
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

Workshop Bioteknologi ABSP II

assets/Uploads/_resampled/SetWidth114-foto-2.jpg

Bali, 28 Juli 2011

ARTIKEL

  • WALHI DESAK PEMERINTAH PERBAIKI SUNGAI DAN SITU

    *REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu  lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...

  • HARGA KAKAO TURUN TERUS, PETANI PUSING

    Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...

  • PARIAMAN DATA KEANEKARAGAMAN HAYATI

    *PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...

MONSANTO AKUISISI WestBred

Tanggal : 15 October 2009

Sumber :

Monsanto telah mengakuisisi WestBred, LLC, sebuah perusahaan Amerika yang mempunyai spesialisasi dalam plasma nutfah gandum, materi genetika benih tanaman itu. Hal ini diharapkan dapat memperkuat riset gandum dan membantu para petani meningkatkan hasil sementara mengurangi penggunaan sumberdaya input, seperti air, tanah dan energi.

“Industri gandum Amerika telah bersama-sama menginginkan investasi teknologi baru, dan kami percaya kita memiliki teknologi yang mengubah permainan seperti toleransi terhadap kekeringan dan perbaikan sifat hasil kita yang dapat sangat berarti dalam membahas berbagai tantangan utama para pengusaha gandum yang dihadapi setiap musim,” ujar Carl Casale, wakil presiden eksekutif dari strategi global dan operasi untuk Monsanto. Dalam sebuah siaran pers, Monsanto mengungkapkan bahwa akuisisi tersebut akan memungkinkannya untuk “menyampaikan berbagai kemajuan dalam pemuliaan dan bioteknologi guna menyampaikan satu langkah perubahan dalam hasil sembari menciptakan batu loncatan bagi kemitraan baru dan peluang kolaborasi yang menciptakan nilai tambah bagi para petani.”