Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 5 February 2010
Dengan adanya opini publik di Italia menjadi jauh lebih menguntungkan terhadap bioteknologi dari pada seluruh benua, Uni Eropa dapat belajar sedikit lebih banyak dari mereka dalam mempengaruhi opini publik tentang teknologi. Demikian kata sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian Luar Negeri Departemen Pertanian AS dengan judul Bagaimana Mempengaruhi Opini Publik Uni Eropa tentang Bioteknologi Pertanian.
Laporan ini mencatat bahwa orang italia menunjukkan sebuah peningkatan yang dramatis dalam mendukung bioteknologi yang relatif tinggi karena keragaman institusi-institusi negara yang mempromosikan teknologi ini. “Kelompok-kelompok ilmiah dan agama – dua sumber umum yang dirujuk oleh publik italia – keduanya memastikan keamanan dan potensi humanistis dari bioteknologi” sebut laporan ini. Makanya, ini bisa lebih mudah untuk menargetkan “kurangnya aspek-aspek yang membentengi opini publik seperti teori fungsionalitas dan penerimaan secara moral dari bioteknologi.”
Laporan dapat diunduh di: http://gain.fas.usda.gov/Recent%20GAIN%20Publications/How%20to%20Influence%20EU%20Public%20Opinion%20about%20Agricultural%20Biotechnology_Rome_Italy_1-11-2010.pdf