Workshop Bioteknologi "Pertanian Modern yang Berkelanjutan"
Yogyakarta, 17-18 Maret 2010
Yogyakarta, 17-18 Maret 2010
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
*BANDUNG, KOMPAS.com* - Kemakmuran para petani di Indonesia seharusnya bisa lebih baik dari saat ini. Sektor agrobisnis sepatutnya justru membuat kehidupan mereka...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
Tanggal : 5 February 2010
Dengan adanya opini publik di Italia menjadi jauh lebih menguntungkan terhadap bioteknologi dari pada seluruh benua, Uni Eropa dapat belajar sedikit lebih banyak dari mereka dalam mempengaruhi opini publik tentang teknologi. Demikian kata sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian Luar Negeri Departemen Pertanian AS dengan judul Bagaimana Mempengaruhi Opini Publik Uni Eropa tentang Bioteknologi Pertanian.
Laporan ini mencatat bahwa orang italia menunjukkan sebuah peningkatan yang dramatis dalam mendukung bioteknologi yang relatif tinggi karena keragaman institusi-institusi negara yang mempromosikan teknologi ini. “Kelompok-kelompok ilmiah dan agama – dua sumber umum yang dirujuk oleh publik italia – keduanya memastikan keamanan dan potensi humanistis dari bioteknologi” sebut laporan ini. Makanya, ini bisa lebih mudah untuk menargetkan “kurangnya aspek-aspek yang membentengi opini publik seperti teori fungsionalitas dan penerimaan secara moral dari bioteknologi.”
Laporan dapat diunduh di: http://gain.fas.usda.gov/Recent%20GAIN%20Publications/How%20to%20Influence%20EU%20Public%20Opinion%20about%20Agricultural%20Biotechnology_Rome_Italy_1-11-2010.pdf