Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 24 September 2010
Sumber : CropBiotech Update

Departemen Pertanian AS (USDA) dan para ilmuwan universitas telah menemukan dan menggunakan salinan gen FAD2 untuk meningkatkan kandungan asam oleat kedelai. Tim yang dipimpin oleh Kristin Bilyeu, ahli biologi molekul Agricultural Research Service (ARS) USDA, mengatakan bahwa mempunyai asam oleat dengan tingkat yang tinggi berarti akan lebih meningkatkan monosaturated fat (lemak baik), sehingga menghindari terjadinya hidrogenasi. Hidrogenasi adalah proses konversi minyak dari cair ke padat, yang juga meningkatkan umur simpan dan kualitas produk. Namun, proses ini juga menghasilkan trans-lemak yang memperburuk kadar kolesterol darah tubuh.
Minyak kedelai biasanya akan berisi 20 persen asam oleat, tetapi benih baru yang diproduksi dengan salinan gen dapat menghasilkan hingga lebih dari 80 persen asam oleat. Percobaan lapangan di Missouri dan Kosta Rika menunjukkan bahwa kandungan oleat tipe kedelai baru ini tetap stabil bahkan jika terkena kondisi pertumbuhan yang berbeda.
Untuk informasi lebih lanjut kunjungi http://www.ars.usda.gov/is/pr/2010/100916.htm