Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 13 November 2009
Dua tim peneliti independen – satu dari Martin Luther University Halle-Wittenberg di Jerman dan lainnya dari Iowa State University, telah menemukan bagaimana suatu kelompok protein dari baktri patogenik Xanthomonas berinteraksi dengan DNA dalam sel tanaman inangnya. Tim tersebut yang diketuai oleh Jens Boch dan Adam Bogdanove menggambarkan bagaimana faktor virulensi TAL (kependekan dari transcription activator-like effectors) terikat pada porsi spesifik DNA tanaman dan memanipulasi fungsi-fungsi gen dengan cara yang menguntungkan patogen itu.
Para ilmuwan tersebut telah mengetahui bahwa TAL mengikat ke DNA melalui suatu domain pusat dari 34 pengulangan asam amino. Kini Boch dan Bogdanove beserta timnya menunjukkan secara mandiri bahwa sepasang residu asam amino di tiap ulangan mengenali satu pasangan basa dalam DNA target “dengan konteks ketergantungan yang tidak tampak.” “Hubungan sederhana ini memungkinkan kita memprediksikan dimana efektor TAL akan mengikat, dan gen-gen apa yang akan diaktivasi olehnya. Hal itu juga memungkinkan bahwa kita dapat merakit sendiri efektor-efektor TAL untuk mengikat secara virtual ke sekuen DNA manapun,” ujar Bogdanove.
Penemuan “sandi” yang mengatur pengenalan DNA oleh efektor-efektor TAL itu membuka aplikasi menjanjikan bagi riset dan bioteknologi. Sebagai contohnya, TAL yang mengikat lokasi mungkin terhubung dengan gen-gen ketahanan terhadap penyakit sehingga mereka teraktivasi terhadap infeksi.
Makalah yang dipublikasikan oleh Science tersebut tersedia di http://dx.doi.org/10.1126/science.1178811 and http://dx.doi.org/10.1126/science.1178817 Untuk informasi lebih lanjut, baca cerita aslinya di http://www.news.iastate.edu/news/2009/nov/bogdanove