Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

PEMERINTAH GELAR OPERASI PASAR BERAS

Tanggal: 19 July 2010 | Sumber: Republika | Penulis:

Pemerintah, menurut dia, akan menjual beras dengan harga Rp 400 sampai Rp 500 lebih rendah dari harga beras di pasaran untuk menstabilkan harga komoditas tersebut. "Kalau mereka turun akan kita turunkan terus sampai kenaikannya tidak lebih dari 10 persen. Kalau bisa kembali ke harga Rp5.000 per kilogram di tingkat penggilingan atau Rp5.060 per kilogram. Sekarang lebih dari itu, hampir Rp5.200 per kilogram di tingkat penggilingan," katanya.

Ia menjelaskan Perum Bulog memiliki stok beras sebanyak 500 ribu ton untuk melakukan operasi pasar. "Itu banyak sekali. Awal tahun lalu saja yang begitu besar hanya butuh 15 ribu ton beras," katanya.

Menurut dia, tahun lalu operasi pasar beras antara lain dilakukan di provinsi Nusa Tenggara Timur, Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta.

Sutarto memperkirakan kebutuhan beras untuk operasi pasar beras tahun ini juga tidak akan lebih dari kebutuhan beras untuk operasi pasar tahun 2009. "Sekarang saya yakin tidak besar karena Agustus akan ada panen," katanya.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, perubahan harga beras biasanya antara lain terjadi karena aspek musiman. "Setelah panen harga turun, sampai Maret-April, kemudian biasanya naik lagi pada Mei-Juli menuju ke panen kedua. Saat panen kedua akan stabil lagi, yakni pada Juli-Agustus," katanya.

Pemerintah, kata menteri, melakukan stabilisasi harga beras dengan melakukan operasi pasar pada titik-titik yang menunjukkan gejala kenaikan harga beras. "Gejalanya yang harus distop supaya tidak terhadi kenaikan diluar tren musiman. Bulog melakukan operasi pasar sesegera mungkin," katanya.

Dalam hal ini, menteri menjelaskan, pemerintah memberikan keleluasaan dan fleksibilitas kepada Perum Bulog untuk melakukan operasi pasar. Perum Bulog, kata dia, diizinkan melakukan operasi pasar beras di daerah-daerah yang menurut hasil pantauan menunjukkan gejala kenaikan harga beras berlanjut.
"Tidak harus menunggu kenaikan harga mencapai 10 persen," kata menteri.

Red: Taufik Rachman
Sumber: antara