Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

PEMULIA SAYURAN SIMON GROOT RAIH WORLD FOOD PRIZE 2019

Tanggal : 13 June 2019

 

Simon N. Groot, pemulia sayuran dari Belanda dan pendiri East-West Seed adalah Pemenang World Food Prize 2019. Pengumuman dibuat di upacara Departemen Pertanian AS pada 10 Juni 2019. Mr. Groot memenangkan penghargaan karena memberdayakan jutaan petani kecil di lebih dari 60 negara untuk mendapatkan penghasilan lebih besar melalui peningkatkan produksi sayuran, memberi manfaat ratusan juta konsumen dengan akses yang lebih besar ke sayuran bergizi untuk diet sehat.

 

Penghargaan ini untuk menghormati Mr.Groot atas pencapaiannya yang tak ternilai sebagai pendiri dan pemimpin East-West Seed. Inisiatifnya lebih dari empat dekade lalu membantu mengembangkan industri bibit sayuran tropis yang dinamis dan berpusat kecil, diawali di Asia Tenggara dan menyebar ke seluruh Asia, Afrika, dan Amerika Latin. East-West Seed sekarang melayani lebih dari 20 juta petani kecil di lebih dari 60 negara tropis.

 

Pemuliaan sayuran komersil tidak diketahui di daerah tropis ketika Mr. Groot mengawali East-West Seed di Filipina dengan rekan bisnis Benito Domingo. Melalui kerja sama ini, Mr. Groot memperkenalkan sayuran hibrida komersial pertama yang dikembangkan secara lokal di kawasan tropis Asia. Mr. Groot juga menciptakan program inisiatif Transfer pengetahuan East-West Seed yang melatih para petani dalam praktik pertanian yang baik untuk produksi sayuran.

 

“Penghargaan World Food Prize untuk seorang penabur benih sayuran merupakan alasan untuk kegembiraan dan terima kasih,” ujar Groot. “Tetapi pengakuan tertinggi adalah bagi jutaan petani kecil yang meningkatkan pertanian dari cara hidup hingga membangun bisnis. Kerja sama ilmu pengetahuan modern dengan tradisi panjang manajemen benih Belanda telah memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan industri pertanian sayuran Asia tropis dalam 35 tahun terakhir. Sekarang giliran Afrika tropis di mana kualitas benih sayuran dikombinasikan lagi dengan petani program transfer pengetahuan utama dapat menciptakan pendapatan berkelanjutan untuk generasi petani Afrika selanjutnya,” ujar Mr. Groot.

 

Baca selengkapnya tentang Mr. Groot di situs The World Food Prize https://www.worldfoodprize.org/index.cfm/87428/46682/sixthgeneration_dutch_seedsman_wins_250000_world_food_prize.