Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

PENELITIAN MULTIDISIPLINER TANDAI PERGERAKAN JAGUNG DI AMERIKA SELATAN

Tanggal : 19 December 2018

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Logan Kistler, kurator arkeobotani dan arkeogenomik di Smithsonian National Museum of Natural History mengungkapkan bahwa sementara jagung berasal dari Meksiko dengan domestikasi teosinte rumput kuno, lintasan evolusi teosinte mungkin lebih rumit daripada yang diperkirakan sebelumnya.

 

Penelitian menganalisis genom lebih dari 100 varietas jagung modern dan 11 tanaman purba. Para peneliti menemukan beberapa garis keturunan yang berbeda, masing-masing dengan hubungan uniknya tersendiri dengan teosinte. Hasil juga mengungkapkan bahwa meskipun domestikasi jagung dimulai dengan satu gen besar tunggal di Meksiko, bulirnya dibawa ke tempat lain sebelum proses domestikasi selesai.

 

Menurut penelitian tersebut, ada gelombang besar pergerakan “proto-corn” dari Meksiko ke Amerika Selatan, dimana jagung yang didomestikasi mendarat di Amazon barat daya, sebuah hotspot untuk domestikasi tanaman lain, termasuk padi, labu, dan singkong. Kistler mengatakan bahwa hal ini mungkin, meskipun tidak tahu pasti, bahwa jagung di lokasi baru ini berkembang lebih cepat daripada jagung di pusat domestikasi. Setelah inkubasi di Amazon bagian barat daya selama beberapa ribu tahun, jagung berpindah ke Amazon timur. Para peneliti juga menemukan bahwa jagung modern dari Andes dan Amazon barat daya terkait erat dengan jagung yang ditanam di Brasil timur, menunjuk ke gerakan timur lainnya.

 

Jeffrey Ross-Ibarra, seorang ilmuwan tanaman di University of California, Davis mengatakan bahwa kerja timnya menunjukkan bagaimana jagung terus berkembang setelah sampai di Amerika Selatan. “Meskipun bukan domestikasi ke dua, itu menyoroti bahwa jagung Amerika Selatan telah mengalami sejumlah besar adaptasi yang agak terlepas dari jagung di Meksiko,” tambahnya.

 

Untuk lebih lengkap, baca rilis beritanya dari Smithsonian https://www.smithsonianmag.com/smart-news/rethinking-corny-history-maize-180971038/.