Sebuah kebersamaan biologis global dalam bidang sumberdaya genetik dilaksanakan dalam Consultative Group on International Agricultural Research (CGIAR) melalui sistem pembibitan internasional berpusat pada pemuliaan, pertukaran bebas plasma nutfah, kolaborasi dalam pengumpulan informasi, pengembangan sumberdaya manusia, dan jaringan kolaboratif internasional. Keberhasilan sebuah sistem open-source seperti yang dilaksanakan oleh CGIAR bergantung terutama pada orang-orang penting dan kepemimpinan. Derek Byerlee dan Jesse Dublin berbagi pandangan ini dalam tulisan bertajuk Crop improvement in the CGIAR as a global success story of open access and international collaboration yang dipublikasikan dalam The International Journal of the Common.
Kolaborasi open source meliputi (i) distribusi dan redistribusi bahan asli secara gratis, (ii) redistribusi materi yang berasal dari aslinya secara gratis, (iii) saling berbagi informasi, termasuk silsilah dan hasil panen, ketahanan penyakit dan informasi lain yang berkaitan dengan materi, (iv) non-diskriminasi dalam partisipasi jaringan, dan (v) hak kekayaan intelektual pada materi akhir yang, jika digunakan, tidak mencegah penggunaannya lebih lanjut dalam penelitian.
Sejarah dan dampak dari program gandum internasional dibahas untuk menggambarkan sistem open-source. Hal ini juga menyoroti tantangan dalam mempertahankan dan mengembangkan sebuah sistem semacam itu untuk jangka panjang.
Untuk artikel selengkapnya lihat http://www.thecommonsjournal.org/index.php/ijc/article/view/147/147