Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 2 October 2009
Kebijakan yang lebih menguntungkan lingkungan, lebih tingginya harga dunia bagi komoditas pangan dan kemajuan teknologi telah berkontribusi bagi lebih dari 3,5 persen pertumbuhan dalam sektor pertanian sub saharan Afrika di tahun 2008. Tindakan kebijakan yang terpadu dan terarah diperlukan demi memungkinkan wilayah tersebut untuk terus meningkatkan kualitas dan kinerja pertaniannya.
"Potensi pertanian yang kuat di sub Saharan Afrika adalah suatu kabar baik: pertanian merupakan tulang punggung dari pertumbuhan secara keseluruhan bagi sebagian besar negara di wilayah tersebut dan penting untuk menekan kemiskinan dan keamanan pangan,” ungkap Asisten Direktur Jenderal FAO Hafez Ghanem.
Kinerja pertanian sub Saharan Afrika dibicarakan dalam sebuah diskusi makalah yang disusun oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia untuk sebuah Forum Ahli Tingkat Tinggi yang akan diselenggarakan pada 12 – 13 Oktober 2009. Strategi mengenai “Bagaimana Memberi Makan Dunia di Tahun 2050” akan dibicarakan demi menentukan “langkah-langkah dalam area seperti inovasi teknologi, perkembangan pasar dan layanan serta manajemen yang lebih baik dari sumberdaya alam guna memberi makan populasi yang terus berkembang serta membasmi kelaparan di wilayah tersebut.”
Baca siaran pers FAO di http://www.fao.org/news/story/en/item/35770/icode/