Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 9 September 2011

"Afrika tidak harus menunggu bantuan masyarakat internasional untuk memecahkan masalahnya. Afrika akan keluar dari kelaparan ketika pemerintahnya memberikan alat dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk makan mereka sendiri. Perubahan -.Perubahan nyata -. Datang dari dalam," Presiden Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD ), Kanayo F. Nwanze mengatakan kepada para pemimpin Uni Afrika.
"Saya percaya bahwa negara-negara Afrika perlu berbuat lebih banyak untuk menjamin bahwa pertanian merupakan agenda utama nasional. Meskipun bantuan pembangunan adalah kunci kemajuan Afrika, namun mereka sendiri akhirnya yang harus bertanggung jawab untuk pembangunan mereka sendiri. Tidak ada bangsa, yang memiliki pertumbuhan yang berkelanjutan karena hanya dari dukungan eksternal. Pembangunan Afrika harus dilakukan di Afrika, oleh orang Afrika, untuk Afrika.. Setiap tanaman pangan harus benar-benar berakar di tanah sendiri untuk berkembang. Perubahan tidak bisa dipaksakan dari luar, itu harus diusahakan dari dalam, "tambahNwanze.
Lihat artikel di http://www.ifad.org/media/press/2011/57.htm