Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 18 March 2011
Sumber : CBU

Sebuah konsorsium ilmuwan internasional telah menyusun rekomendasi bagi rancangan percobaan penelitian laboratorium yang digunakan untuk mengevaluasi dampak negatif tanaman rekayasa genetika tahan serangga, terhadap artropoda non-target. Dipimpin oleh Jorg Romeis dari Agroscope Reckenholz-Tanikon Research Station, Zurich, Swiss, kelompok tersebut mengatakan dalam diskusinya bahwa sementara ini mereka sangat bergantung pada protein-protein yang kini dipakai yang berasal dari Bacillus thuringiensis, konsep yang berlaku untuk protein Artropoda-aktif lainnya.
Para anggota konsorsium menegaskan bahwa rekomendasi berikutnya akan memfasilitasi reproduksi beberapa studi seperti itu; mereview antar sesama mereka dengan orang lain dalam komunitas ilmiah, dan akan menguntungkan pihak-pihak berwenang dengan meningkatkan kualitas data yang dihasilkan untuk pengkajian risiko. Hal ini akan meningkatkan kekuatan, keyakinan, dan pengkajian resiko lingkungan tanaman transgenik. Paper berjudul "Rekomendasi bagi perancangan studi laboratorium terhadap arthropoda non target untuk pengkajian risiko tanaman-tanaman rekayasa genetika" diterbitkan dalam jurnal Transgenic Research.
Artikel ini tersedia untuk akses terbuka pada Springerlink.com atau email joerg.romeis@art.admin.ch