Indonesia Biotechnology Information Center
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

assets/Uploads/_resampled/SetHeight243-food-secure-globe.jpg

KETAHANAN PANGAN GLOBAL DAN PENGELOLAAN BIOTECH MODERN

"Jika Eropa ingin memenuhi kebutuhan pangan keamanan sendiri dan memberikan kontribusi pada kebutuhan pangan  sisa dunia, maka diperlukan kebijakan dan peraturan,"kata Joyce Tait dan Guy Barker dalam artikel “Global food security and the governance of modern biotechnologies” bagian dari Seri Sains dan Masyarakat tentang Pangan dan Sains. Para penulis mencatat bahwa Eropa tidak memiliki mekanisme untuk keterlibatan pemangku kepentingan untuk  berdiskusi lebih demokratis. "Kami akan membutuhkan pemikiran strategis yang lebih jelas tentang bagaimana menerapkan pendekatan tata kelola  untuk investasi yang kita buat pada penelitian ilmiah untuk memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan," jelas mereka. Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara regulasi dan inovasidalam konteks keamanan pangan di Eropa, dan dampak darikebijakan Eropa pada kemampuan negara-negara lain untuk merespon tantangan keamanan makanan. Baca lebih lanjut di http://www.nature.com/embor/journal/v12/n8/full/embor2011135a.html[http://www.nature.com/embor/journal/v12/n8/full/embor2011135a.html]

Workshop Bioteknologi ABSP II

assets/Uploads/_resampled/SetWidth114-foto-2.jpg

Bali, 28 Juli 2011

ARTIKEL

  • WALHI DESAK PEMERINTAH PERBAIKI SUNGAI DAN SITU

    *REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu  lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...

  • HARGA KAKAO TURUN TERUS, PETANI PUSING

    Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...

  • PARIAMAN DATA KEANEKARAGAMAN HAYATI

    *PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...

Selamat Datang

IndoBIC (Indonesian Biotechnology Information Centre) didirikan pada tahun 2003 sebagai hasil kerjasama antara International Service for the Acquisition of Agri-biotech Applications (ISAAA) dan Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP).

IndoBIC, sebagai bagian dari jaringan regional melalui BIC, diharapkan mampu memperkuat jaringan yang telah dibuat dan kemitraan yang sedang dibangun. Sambil memfokuskan pada strategi komunikasi yang efektif dalam penyebaran informasi bioteknologi, juga diharapkan mampu menggali lebih jauh sarana-sarana lainnya untuk memperluas pencapaiannya, dan mempertahankan kredibilitasnya sehingga mampu menjadi penghubung regional bagi informasi yang relevan dan akurat tentang bioteknologi pertanian.

BERITA TERKINI

assets/Uploads/_resampled/SetWidth114-plant-disease.jpg

KONFERENSI INTERNASIONAL TENTANG PENYAKIT TANAMAN TROPIS DAN SUB-TROPIS 2012

  • 15 September 2011
  • Konferensi Internasional Penyakit Tanaman Tropis dan Sub-tropis 2012 dijadwalkan dari 07-10 Februari 2012 di ChiangMai, Thailand bekerja sama dengan  "Royal Flora  Ratchapruek 2011: International Horticultural Exposition - A Tribute to the Royal Perseverance". Tema...
assets/Uploads/_resampled/SetWidth114-thinness-gene.jpg

ILMUWAN MENGIDENTIFIKASI GEN 'TIPIS'

  • 9 September 2011
  • Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Imperial College London mengungkapkan bahwa karena ketipisan  genetik  yang ekstrem dapat menyebabkan sindrom pada anak-anak yang dikenal sebagai gagal tumbuh (FTT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang...
assets/Uploads/_resampled/SetWidth114-lab2.jpg

REKOMENDASI BAGI PENGKAJIAN RESIKO GM STUDI LABORATORIUM

  • 18 March 2011
  • Sebuah konsorsium ilmuwan internasional telah menyusun rekomendasi bagi rancangan percobaan penelitian laboratorium yang digunakan untuk mengevaluasi dampak negatif tanaman rekayasa genetika tahan serangga, terhadap artropoda non-target. Dipimpin oleh Jorg Romeis dari Agroscope Reckenholz-Tanikon Research Station,...