Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal: 20 July 2010
Sumber: Kompas
Penulis: Caroline Damanik

Tepung terigu
JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang Lebaran, harga sejumlah bahan makanan kebutuhan pokok diperkirakan naik.
Namun, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Loppies menjamin harga tepung terigu tidak naik. Begitu pula komitmen para pedagang tepung terigu. Asalkan, harga di pasaran internasional tidak "cari gara-gara". "Dari industri katanya tidak akan naik, tetapi kalau harga internasional tidak akan naik, ya," tuturnya di kantor Kementerian Perdagangan kemarin.
Namun, jika melihat tren harga internasional akhir-akhir ini, Ratna mengatakan harganya justru turun. Ratna berharap harga dapat bertahan. Saat ini, harga per kilogram tepung terigu berada di angka Rp 5.600.
Ratna juga menjamin ketersediaan pasokannya cukup untuk memenuhi permintaan menjelang Lebaran. Memang, setiap menjelang Lebaran, produsen selalu meningkatkan produksi tepung terigu sebesar 20 persen. Sebulan, produksi terigu mencapai 250.000 ton.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, pengalaman membuktikan, menjelang Lebaran, permintaan akan kebutuhan pokok meningkat sekitar 20 persen dengan kenaikan harga sebesar 5-10 persen. Hanya saja, Mari menekankan, kenaikan harga hanya wajar terjadi di komoditas segar yang tak bisa disimpan, seperti cabai merah, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam.