Indonesia Biotechnology Information Center
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

Workshop Bioteknologi ABSP II

assets/Uploads/_resampled/SetWidth114-foto-2.jpg

Bali, 28 Juli 2011

ARTIKEL

  • WALHI DESAK PEMERINTAH PERBAIKI SUNGAI DAN SITU

    *REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu  lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...

  • HARGA KAKAO TURUN TERUS, PETANI PUSING

    Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...

  • PARIAMAN DATA KEANEKARAGAMAN HAYATI

    *PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...

WORKSHOP BIOTEK UNTUK PETANI KEENAM DI YOGYAKARTA, INDONESIA

Tanggal : 8 April 2010

Roadshow keenam dari workshop biotek yang diselenggarakan oleh Indonesia Biotechnology Information Center (IndoBIC) bekerjasama dengan KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 17-18 Maret 2010 untuk membangun pengetahuan biotek para pemangku kepentingan khususnya petani, instansi pemerintah, dan media, sehingga mempercepat penerimaan biotek di Indonesia. Acara ini diikuti oleh 25 anggota petani KTNA dari Yogyakarta, Jawa Tengah dan sekitarnya.

Prof. Dr Suranto dari Universitas Sebelas Maret, Indonesia, berbagi pengetahuan dan pengalamannya mengenai bioteknologi pertanian. Dia menganggap aplikasi bioteknologi sebagai alat yang dapat membantu mencapai ketahanan pangan terutama ketika berhadapan dengan beberapa permasalahan yang meliputi  pertumbuhan penduduk, penurunan luas lahan pertanian dan penyakit tanaman. Selain itu, ia menekankan bahwa teknologi ini telah diadopsi di banyak negara industri terutama di Amerika, Eropa Barat dan beberapa negara berkembang termasuk Filipina, India dan Afrika Selatan. Sebagai tambahan, Ir. Winarno Tohir, Ketua KTNA, menyatakan bahwa bioteknologi dapat menjawab berbagai tantangan pertanian seperti peningkatan produktivitas dengan teknologi produksi baru yang lebih produktif dan efisien. Ia juga menyebutkan bahwa, Gorontalo, salah satu propinsi di Indonesia mencatat pertumbuhan perkembangan yang pesat dikarenakan produksi jagungnya sudah menyatakan kesediaannya untuk melakukan percobaan biotek.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai acara ini, email Dewi Suryani dari Indonesian Biotechnology Information Center di dewisuryani@biotrop.org.