Indonesia Biotechnology Information Center
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

Workshop Bioteknologi ABSP II

assets/Uploads/_resampled/SetWidth114-foto-2.jpg

Bali, 28 Juli 2011

ARTIKEL

  • WALHI DESAK PEMERINTAH PERBAIKI SUNGAI DAN SITU

    *REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu  lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...

  • HARGA KAKAO TURUN TERUS, PETANI PUSING

    Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...

  • PARIAMAN DATA KEANEKARAGAMAN HAYATI

    *PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...

SYNGENTA DAN CIMMYT BANGUN KEMITRAAN GUNA MEMAJUKAN PENELITIAN GANDUM

Tanggal : 8 April 2010

The International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT) dan Syngenta membangun kemitraan publik-swasta untuk mengembangkan dan memajukan teknologi pemuliaan gandum termasuk sifat-sifat GM dan non-GM, gandum hibrida dengan kombinasi perlindungan bibit dan tanaman.

Kedua mitra tersebut berkomitmen untuk meningkatkan produksi gandum global dengan menggabungkan teknologi canggih penanda  genetik dan platform sifat dari akses Syngenta dan CIMMYT terhadap keragaman genetik gandum dan kemitraan global.

Hans-Joachim Braun, Direktur Program Gandum Global CIMMYT, mengamati bahwa produksi gandum global perlu ditingkatkan dikarenakan permintaan global tumbuh sebesar 1,5% atau bahkan lebih pertahunnya. Kerjasama publik-swasta ini selanjutnya akan  menjadi instrumen penting dalam memajukan pertanian demi  memenuhi tantangan global. "Digabungkan dengan dampak perubahan iklim, kita harus menghindari risiko krisis pangan lain dan memastikan petani di seluruh dunia melengkapi diri demi  memenuhi tuntutan penduduk dunia yang semakin meningkat.  Kemitraan seperti ini dapat sangat menguntungkan para petani di dunia, kaya dan miskin, " imbuh Braun.

Untuk rincian, lihat rilis beritanya di:  http://www2.syngenta.com/en/media/mediareleases/en_100406.html.