Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 11 December 2009
Perusahaan Monsanto dan Dow AgroSciences mengumumkan bahwa mereka telah menerima persetujuan regulasi penuh untuk impor produk yang dihasilkan dari Jagung rekayasa genetika SmartStax di Taiwan dan Korea. SmartStax menggabungkan delapan perlindungan yang berbeda terhadap serangga dan gen toleran herbisida. Perusahaan tersebut sebelumnya telah menerima persetujuan dari Badan Perlindungan Lingkungan AS (Environmental Protection Agency (EPA)) dan peraturan otorisasi dari Badan Inspeksi Makanan Kanada (Canadian Food Inspection Agency (CFIA)). Korea dan Taiwan merupakan importir besar jagung Amerika Serikat dan Kanada. Gandum yang dihasilkan dari jagung SmartStax juga dapat diimpor ke Jepang, Australia, dan Selandia Baru dan negara-negara lain.
SmartStax adalah produk dengan perjanjian lintas lisensi dan kerjasama penelitian dan pengembangan yang ditandatangani pada tahun 2007 antara Monsanto dan Dow AgroSciences. Perusahaan berencana untuk meluncurkan jagung GM 4 juta hektar lebih tahun depan.
Press release tersedia di http://monsanto.mediaroom.com/index.php?s=43&item=777