Indonesia Biotechnology Information Center
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

Workshop Bioteknologi "Pertanian Modern yang Berkelanjutan"

assets/Foto/Workshop-Petani-Yogyakarta/_resampled/SetWidth114-P3182038.jpg

Yogyakarta, 17-18 Maret 2010

ARTIKEL

  • PARIAMAN DATA KEANEKARAGAMAN HAYATI

    *PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...

  • PETANI INDONESIA SEHARUSNYA LEBIH MAKMUR

    *BANDUNG, KOMPAS.com* - Kemakmuran para petani di Indonesia seharusnya bisa lebih baik dari saat ini. Sektor agrobisnis sepatutnya justru membuat kehidupan mereka...

  • HARGA KAKAO TURUN TERUS, PETANI PUSING

    Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...

TANTANGAN DAN PELUANG BIOTEKNOLOGI DI AFRIKA

Tanggal : 11 December 2009

Afrika menghadapi beberapa kendala dalam memanfaatkan keuntungan dari bioteknologi - ini meliputi kurangnya dana yang memadai, hilangnya keahlian teknis yang terlatih, memperlambat perkembangan sektor bioteknologi, Infrastruktur hak kekayaan intelektual yang tidak memadai , dan pemerintah tidak mengambil peran lebih aktif dalam mempromosikan teknologi.  Diran Makinde, direktur West African Biosciences Network (WABNet), Senegal, dan koleganya menyampaikan pikiran-pikiran tersebut dalam artikel berjudul “Status Bioteknologi di Afrika: Tantangan dan Peluang Bioteknologi” diterbitkan pada edisi Bioteknologi di Afrika dalam Asian Development Review.

"Pertanian bioteknologi saja tidak akan memecahkan banyak masalah yang dihadapi para petani di Afrika, namun, hal ini mempunyai potensi untuk membuat pemuliaan tanaman dan sistem managemen tanaman lebih efisien sehingga menghasilkan perbaikan varietas tanaman dan hasil yang lebih tinggi," ujar para penulis. Untuk mengembangkan bioteknologi di Afrika mereka menyarankan hal berikut:  koordinasi yang lebih baik antara pembuatan strategis kebijakan dalam pertanian berkelanjutan dan penelitian pertanian; kemauan politik dan komitmen untuk menggunakan alat-alat bioteknologi; kerangka regulasi yang akan bekerja; dan peningkatan pemahaman publik dan penerimaan produk.

Informasi lebih lanjut silahkan hubingi Diran Makinde di: diran.makinde@nepadbiosafety.net..