BERITA TERKINI
-
COMMUNICATION WORKSHOP ON AGRICULTURAL BIOTECHNOLOGY
Workshop dengan judul Communication Workshop on Agricultural Biotechnology bagi para peneliti, pejabat...
27 May 2013 | Read more -
MEDIA WORKSHOP ON COMMUNICATING FOOD SCIENCE
The Indonesia Biotechnology Information Pusat (IndoBIC) bekerjasama dengan International Food Information...
22 May 2013 | Read more -
LAPORAN STATUS GLOBAL ISAAA DISAJIKAN DI INDONESIA
Sebuah seminar bioteknologi bertajuk "Global Overview of Biotech/GM Crops 2012: Current...
19 March 2013 | Read more



Singkong merupakan salah satu sumber karbohidrat terbaik. Namun, para petani singkong menghadapi masalah kerusakan fisiologis pascapanen (PPD) yang ditunjukkan oleh akar singkong beberapa hari setelah panen. Sehingga, N. Morante dari the International Center for Tropical Agriculture, bersama-sama dengan sekelompok ilmuwan, mengevaluasi toleransi PDD pada akar dari berbagai sumber plasma nutfah pada interval waktu yang berbeda setelah panen. Dari 21 genotipe yang diuji, tiga diantaranya tidak menunjukkan tanda-tanda PDD 40 hari setelah panen. Hal ini dapat dikaitkan dengan karakteristik antioksidan pada beberapa genotipe dengan tingkat karotenoid tinggi, atau silencing gen tersebut untuk ekspresi PDD akibat iradiasi. Namun, beberapa toleransi tidak dapat dijelaskan dan merupakan subyek penelitian lebih lanjut. Penemuan tersebut menyebabkan ketahanan dapat dimanfaatkan dalam memecahkan masalah PDD dan dapat menguntungkan jutaan petani dengan sumber daya-terbatas di seluruh dunia.