Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 8 April 2010
Mengkonsumsi banyak kedelai dengan beta conglycinin tinggi dapat menjadi kunci bagi pencegahan obesitas dan mempercepat proses pelangsingan tubuh. Ini adalah pesan dari suatu penelitian yang dilakukan oleh University of Illinois-Urbana oleh profesor ilmu makanan dan gizi manusia Elvira de Mejia. Artikel penelitian yang muncul dalam Jurnal FEBS melaporkan bahwa kedelai dengan beta-conglycinin tinggi berhasil menurunkan akumulasi lemak dan peradangan dalam suatu tes yang dilakukan pada sel-sel lemak manusia.
Jumlah akumulasi lemak diukur setelah perlakuan dengan kedelai hydrolates dari 15 genotipe kedelai dengan berbagai kadar beta-conglycinin. Tes lebih lanjut menunjukkan bahwa aktivitas sintase asam lemak – suatu jenis enzim sintesis lemak ditekan, seperti halnya sintesis adiponektin, sejenis hormon yang meningkatkan sensitivitas insulin dan metabolisme lemak. Pemulia kedelai dapat fokus pada pengembangan varietas kedelai, yang mengandung sifat 'melangsingkan' pada saat marka molekuler dikembangkan untuk sifat-sifat ini.
Penelitian pertama yang ditulis oleh Cristina Martinez-Villaluenga dan Vermont P. Día dari University of Illinois, Mark Berhow dari Agricultural Research Service, dan Neal A. Bringe muncul di isu terbaru Molecular Nutrition and Food Research. Penelitian yang mengidentifikasi peptida spesifik dan mekanismenya yang menghambat sintase asam lemak muncul dalam Jurnal FEBS 277:1481-1493 2010. Dengan penulis bersama Cristina Martinez-Villaluenga, Sanjeewa G. Rupasinghe, dan Maria A. Schuler dari University of Illinois-Urbana.
Untuk rincian ceritanya, lihat http://www.aces.uiuc.edu/news/stories/news5107.html.