Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

UNTUK PUASA, 70 RIBU TON GULA RAFINASI DISIAPKAN

Tanggal: 14 July 2010 | Sumber: Koran Tempo | Penulis: FADHILAH NAZIF & ICHSAN AMIN

MAKASSAR -- Mendekati bulan Ramadan pada Agustus mendatang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Selatan menyiapkan cadangan gula sebesar 70 ribu ton, yang dipasok PT Makassar Tene.

"Kami telah bersurat ke Kementerian Perdagangan untuk stok cadangan gula di Sulawesi Selatan," kata Amal Kadir, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan, kemarin.

Ia mengatakan, permintaan pasokan gula rafinasi dilakukan karena produksi PT Perkebunan Nusantara XIV belum mencukupi. "Gula lokal kita hanya mampu menyediakan sekitar 30 ribu ton per tahun. Sedangkan gula rafinasi memiliki kualitas yang bagus dan sangat layak dikonsumsi," kata dia.

Meski begitu, Amal mengakui aturan tata niaga tidak membolehkan pasokan gula industri beredar di masyarakat. "Ini hanya masalah menyeimbangkan harga petani. Tapi kalau kebutuhan kita kurang, bagaimana?" katanya.

Pasokan cadangan gula rafinasi sepenuhnya diserahkan kepada PT Makassar Tene. Disperindag menyatakan, untuk bulan puasa kali ini, PT Makassar Tene harus mengimpor 280 ribu gula mentah sebagai bahan baku. "Dengan gula mentah itu, gula rafinasi bisa dikonsumsi masyarakat sebanyak 270 ribu ton. Tapi ini untuk kebutuhan wilayah timur Indonesia."
Di Pasar Terong, gula rafinasi bermerek Bola Sejati telah beredar dengan harga Rp 10 ribu rupiah per kilogram. Harga ini sama dengan yang diproduksi gula kristal lokal.
Dalam setahun, jumlah kebutuhan gula untuk industri makanan dan minuman di Sulawesi Selatan sekitar 200 ribu ton. "Jumlahnya (industri makanan dan minuman skala kecil) lebih dari 50 persen," ucap Abuan Halim, Direktur PT Makassar Tene, pabrik yang memproduksi gula rafinasi di Makassar.

Pada semester pertama tahun ini, jumlah produksi gula rafinasi PT Makassar Tene sekitar 150 ribu ton. Menurut Abuan, produksinya masih sesuai dengan kebutuhan industri.
Sulawesi Selatan masih menghadapi kendala dalam memenuhi sendiri kebutuhan gula kristal putih. Dalam satu tahun dibutuhkan sekitar 120 ribu ton gula untuk rumah tangga, sedangkan yang diproduksi di Sulawesi Selatan hanya 30 ribu ton. Sisanya masih diperoleh dari pasokan dari Jawa.

Saat ini perusahaan yang memproduksi gula kristal putih di Sulawesi Selatan adalah PTPN XIV, yang bekerja sama dengan PTPN X dan Rajawali Nusantara Indonesia.